Minggu, 13 Mei 2012

Wawancara Petugas Kereta Api (KA)



Profil Narasumber

Nama                   : Guntur
Umur                    : 21 tahun
Alamat                  : Lebak Timur 3E no. 10
Temp./tgl. Lahir   :
Agama                 : Islam
Pekerjaan            :Penjaga Pintu Perlintasan Ngaglik
Jabatan                : PKM (Pekerja Marka)
Lama Bekerja      : 1 Bulan
Hobi                      : Bermain Sepak Bola



Nama                   : Nawi
Umur                    : tahun
Alamat                  : Tenggumung Karya 2 no. 39
Temp./tgl. Lahir   :
Agama                 : Islam
Pekerjaan            :Penjaga Pintu Perlintasan Ngaglik
Jabatan                : PKM (Pekerja Marka)
Lama Bekerja      : 27 tahun
Hobi                      :








               Setiap harinya kira-kira ada berapa kereta yang melintas di rel Kereta Api Ngaglik ini?
               Setiap harinya kurang lebih ada sekitar 70 kereta yang melintas.
               Wah, ternyata lumayan banyak juga. Kira-kira berapa selang waktu antara kereta satu dengan kereta selanjutnya?
Selang waktu antara kereta satu dengan kereta selanjutnya sekitar 10-15 menit.
Apa tanda-tanda dan apa yang akan bapak lakukan jika kereta api akan melintasi pintu palang perlintasan Ngaglik ini?
Tanda-tanda saat kereta akan datang yaitu ada bunyi genta (lonceng), kemudian ada telepon dari……………………… kalau kereta akan melintasi daerah ngaglik, kemudian saya mengoperasikan mesin elektrik yang fungsinya untuk menutup pintu palang perlintasan.
Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menutup pintu palang perlintasan sampai kereta lewat?
Biasanya kurang lebih 3 menit, paling lama 5 menit. Padahal waktu yang diperlukan untuk mendahulukan lewatnya kereta tidak terlalu lama, tapi pengendara bermotor sering sekali menerobos pintu palang perlintasan.
Apa yang Bapak lakukan ketika ada pejalan kaki atau pengendara bermotor yang menerobos pintu palang perlintasan Kereta Api?
Jika ada pejalan kaki atau pengendara bermotor yang menerobos pintu palang perlintasan saya akan memperingatkannya dengan membunyikan peluit.
Siapa yang bertanggungjawab jika ada kecelakaan di area rel Kereta Api antara Kereta Api dengan pengendara bermotor atau orang sekitar?
Yang bertanggung jawab jika ada kecelakaan yaitu petugas penjaga Kereta Api. Kemudian petugas tersebut di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Kalau petugas tersebut tidak bersalah apa masih bisa menjadi petugas penjaga Kereta Api lagi?
Jika petugas penjaga Kereta Api tersebut tidak bersalah, dia bisa melanjutkan tugasnya kembali, asal permasalahan tersebut sudah selesai.
Sesering apa kacelakaan terjadi antara kereta Api dengan kendaraan bermotor disekitar Ngaglik?
Alhamdulillah disini sangat jarang sekali terjadi kecelakaan, karena petugasnya selalu aktif dan tidak teledor.
Motif kecelakaan seperti apa yang sering terjadi disini?
Biasanya para pengendara bermotor yang menerobos pintu palang perlintasan. Setiap hari pengendara bermotor selalu ada yang menerobos pintu palang perlintasan Kereta Api. Saya dan petugas yang lain kadang merasa jengkel karena jika ada kecelakaan petugas juga ikut bertanggung jawab. Anak-anak sekolah juga sering menerobos pintu palang perlintasan Kereta Api dengan membuka pintu dan melemparkan pintu palang perlintasan tersebut ke atas seperti sedang angkat barbell, entah karena merekan ingin pamer atau bagaimana.
Setiap hari, bagaimana sistem keamanan di sekitar rel Kereta Api Ngaglik ini?
Sistem keamanan sangat baik, jadi tidak ada masalah. Tapi waktu hujan palang pintu perlintasan tidak bisa ditutup karena konslet. Jadi petugas harus menjaga (menstop) lansung dengan hujan-hujanan.
Setiap hari berapa jam bapak menjaga pos ini?
Setiap hari ada 3 pergantian, jadi saya berjaga disini kurang lebih 8 jam.
Apa sich, perbedaaan menjaga pintu palang perlintasan Kereta Api pada malam hari dengan siang hari?
Pada malam hari pada pukul 23.00-04.00, ketera yang melintas sudah jarang. Tetapi kalau siang hari banyak kereta yang melintas.
Sebagai seorang muslim Bapak mempunyai kewajiban untuk beribadah (sholat). Akankah Bapak meninggalkan kewajiban tersebut dengan tetap menjaga atau menjalankannya sebagai orang yang beriman?
Meskipun saya bekerja saya tidak meninggalkan kewajiban saya untuk sholat. Saya sholat dengan bergantian, sewaktu saya sholat teman saya menjaga dan sebaliknya.
Bagaimana aktivitas kereta menjelang hari-hari besar seperti lebaran? Meningkat, tetap, atau bahkan menurun?
Aktivitas kereta meningkat, tetapi tidak menambah jadwal pemberangkatan kereta.
Kalau tidak menambah jadwal pemberangkatan kereta, apa yang perlu di tambah seiring dengan meningkatnya aktivitas kereta?
Yang perlu di tambah yaitu gerbong kereta. Jika biasanya hanya 5 gerbong, mungkin waktu lebaran nanti bisa 7-8 gerbong kereta. Tetapi itu tergantung kebutuhan.
Pada hari-hari besar seperti lebaran pasti banyak orang yang menggunakan fasilitas kereta Api untuk mudik. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan yang sering terjadi yaitu karena rel kereta api yang putus. Untuk mengurangi atau menghindari terjadinya kecekakaan diadakan pembenahan rel kereta api. Sesering apa rel kereta api di sekitar Ngaglik ini diperbaiki?
Mulai dari tahun 1975 s/d sekarang, rel kereta api di sekitar Ngaglik tidak pernah diperbaiki sama sekali.
Pada lebaran nanti pasti banyak orang yang mudik ke kampung halamannya untuk bertemu sanak saudara. Apakah pada saat lebaran nanti Bapak mudik atau tetap bertugas menjaga pintu palang perlintasan Kereta Api?
Saya tidak pernah mudik karena tidak pernah libur. Saya libur satu minggu hanya sekali, dan stiap libur hari besar saya tidak pernah libur. Kalau saya libur, siapa yang menggantikan? Ini sudah menjadi resiko saya sebgai panjaga palang pintu perlintasan kereta api.
Maaf permisi, pak… Dengan penghasilan sebagai petugas penjaga pintu palang perlintasan Kereta Api, cukup tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?
Penghasilan saya sebagai penjaga pintu palang perlintasan Alhamdulillah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak cukup ya harus dicukup-cukupkan, karena upah itu sudah menjadi keputusan pemerintah.
Menurut Bapak pekerjaan ini berat atau tidak?
Kelihatannya pekerjaan ini mudah, tetapi sebenarnya sangat berat. Memang banyak orang menyepelekan tugas saya tapi ketika orang tersebut menjalankannya pasti berat, karena sebenarnya memang pekerjaan tersebut sangat berat. Misalnya dalam keluarga ada masalah, saya tidak bisa berbuat banyak, saya harus lebih mementingkan pekerjaan saya karena pekerjaan saya tanggung jawabnya sangat berat yaitu menyelamatkan banyak orang.
Apa suka dan dukanya selama menjadi petugas penjaga pintu palang perlintasn Kereta Api?
Sukanya karena setiap bulan dapat upah, pekerjaan ini santai tetapi mulia karena seperti yang sudah saya katakana, pekerjaan saya menyelamatkan banyak orang. Dukanya saya jarang bertemu dengan keluarga, sering ada rasa jengkel pada pengendara bermotor karena menerobos pintu palang perlintasan dan kalau sedang hujan pintu palang perlintasan konslet, jadi petugas harus langsung menghalangi pengendara bertotor tanpa palang perlintasan untuk mendahulukan lewatnya kereta api sambil kehujanan. Kadang juga ada pengendara bermotor yang malah menabrak saya.

Wawancara Olah Raga


Tugas Wawancara
Bidang Studi: Bahasa Indonesia
Tema: Olah Raga
Narasumber: Guru Sekolah SD

Aan           :  “Pak Tri kita sering melakukan olah raga, tetapi apa pengertian olah raga sesungguhnya?”
Pak Tri      :  “Pengertian olah raga menurut bahasa adalah suatu gerak tubuh yang menjadikan kita sehat. Sedangkan menurut istilah olah adalah bergerak dan raga adalah jiwa atau badan.”
Aan           :  “ Penting tidak olah raga bagi kita, karena kebanyakan orang yang misalnya kita ajak bermain basket, voli atau sesuatu yang berhubungan dengan olah raga sering menolak dan mengatakan, “Ah… males nggak penting”. Bagaimana menurut pendapat bapak?
Pak Tri      :  Kebanyakan orang yang berkata seperti itu karena mereka belum merasakan akibat positif dari olah raga. Sebenarnya olah raga itu penting sekali bagi kita untuk menjadikan tubuh sehat dan terhindar dari penyakit.”
Aan           :  “Pak Tri olah raga itu penting sekali bagi kita untuk menjaga kesehatan, berarti kesehatan itu penting juga?”
Pak Tri      :  “Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Yang dimaksud adalah dengan olah raga badan kita bisa menjadi sehat dan kalau tidak olah raga badan kita akan mudah terserang penyakit. Nah, dari ditu kita sadar kalau sehat itu penting.”
Aan           :  “Apa olah rag itu harus dilakukan setiap hari?”
Pak Tri      :  “Ya, kita harus melakukan olah raga setiap hari kalau bisa setiap waktu walaupun hanya 5-10 menit saja. Ada 3 hal penting yang harus kita lakukan setiap hari, yaitu makan dan minum, istirahat dan olah raga yang cukup. Jadi kita harus melakukan olah raga setiap hari.”
Aan           :  “Bagaimana pola makan, istirahat dan olah raga yang baik dan cukup?”
Pak Tri      :  “Pola makan yang baik adalah yang memenuhi 4 sehat 5 sempurna, istirahat yang cukup untuk anak remaja sekitar 6-8 jas setiap hari dan olah raga yang cukup adalh olah raga yang dilakukan setiap hari.”
Aan           :  “Minimal berapa menit atau berapa jam kita melakukan olah raga setiap hari?
Pak Tri      :  “Kalau hanya untuk menjaga kesehatan tubuh cukup 1 jam saja, tetapi kalau sudah menekuninya atau sudah menjadi hobi harus lebih intensif lagi untuk memperoleh hasil yang maksimal.”
Aan           :  “Pak Tri olah raga itu penting sekali bagi kita, termasuk anak-anak remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan, tetapi anak-anak remaja kebanyakan malas, apalagi dalam urusan olah raga, karena mereka lebih mementingkan urusan diri sendiri seperti pacaran atau tugas-tugas sekolah yang merekan anggap lebih penting, padahal olah raga itu lebih penting. Bagaimana caranya pak Tri mengatasi anak remaja yang seperti itu supaya mereka mau berolah raga?”
Pak Tri      :  “Sama seperti anak TK, mereka tidak langsung bisa membaca, menulis dan berhitung. Pertama mereka dikenalkan dahulu tentang membaca, menulis dan berhitung. Begitu juga dengan olah raga, dikenalkan dahulu tentang seluk-beluk olah raga, manfaat olah raga,unsur-unsur olah raga dan sebagainya. Tatapi tidak hanya itu saja, juga harus di dorong dengan niat anak tersebut.”
Aan           :  “Dalam olah raga kita sering sekali mengalami olah raga. Banyak anak remaja tidak mau berolah raga karena cidera tersebut. Anak remaja ketika diajak berolah raga selalu berkata, “Ah, nggak ah… nanti bisa patah tulang.”; “Ah, nggak ah… nanti kakiku terkilir.” Dan sebagainya. Yang saya tanyakan bagaimana supaya tidak terjadi cidera seperti itu?”
Pak Tri      :  “Sebenarnya cidera adalah resiko dalam olah raga. Anak remaja yang berkata seperti itu mereka beranggapan resiko cidera yang terlalu tinggi. Biasanya kita mengalami cidera karena tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum olah raga atau salah dalam melakukan olah raga.”
Aan           :  “Apa yang harus kita lakukan ketika kita mengalami cidera misalnya kram, patah tulang atau terkilir?”
Pak Tri      :  “Kalau kram jangan dipijat, tetapi dilemaskan dahulau lalu stretching atau diregangkan. Kalau patah tulang atau terkilir pertama di reposisi yang patah atau yang terkilir dan di kompres dengan es batu. Selanjutnya dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.”
Aan           :  “Benar atau tidak kalau olah raga membuat capek? Karena capek adalah salah satu faktor anak remaja tidak mau berolah raga.”
Pak Tri      :  “Jelas capek, karena olah raga itu perlu banyak gerak. Tetapi gerak di olah raga itu bukan sembarang gerak, melainkan gerank yang dilakukan secara sistematik, yaitu gerak olah raga yang diawali dari atas (kepala, bahu), menuju ke tengah (badan), dan terakhir ke bawah (kaki).”
Aan           :  “Bagaimana kalau orang sakit melakukan olah raga?”
Pak Tri      :  “Seperti yang sudah saya bilang, olah raga itu dilakukan untuk mencegah datangnya penyakit, bukan untuk menyembuhkan penyakit. Jadu penyakit itu harus disembuhkan terlebih dahulu baru kemudian orang tersebut melakukan olah raga.”
Aan           :  “Sekarang ini banyak anak remaja yang kelebihan berat badan (obesitas). Mereka malu dengan teman-temannya karena ia merasa kegemukan. Dari situ mereka memilih cara yang salah yaitu dengan tidak makan seharian, hal tersebut dapat menyiksa diri sendiri padahal masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan dengan cara yang baik, salah satunya dengan olah raga. Kira-kira bagaimana olah raga yang baik untuk orang yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas)?”
Pak Tri      :  “Olah raga yang baik untuk orang yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas) adalah dengan olah raga apa saja yang dilakukan secara rutin dan diimbangi dengan pola makan yang baik.”
Aan           :  “Pak Tri biasanya orang yang sudah lanjut usia jarang sekali melakukan olah raga, karena mungkin terlalu berat bagi mereka. Kira-kira oah raga apa yang baik untuk orang yang sudah lanjut usia?”
Pak Tri      :  “Untuk orang yang sudah lanjut usia, olah raga yang baik adalah olah raga yang ringan seperti jalan kaki atau senam.”
Aan           :  “Bagaimana kalau untuk ibu yang sedang hamil?”
Pak Tri      :  “Sama seperti orang yang lanjut usia, yaitu olah raga yang ringan seperti jalan kaki atau senam ibu hamil.”
Aan           :  “Saya sering sekali mendengar istilah “Atletik” dalam olah raga. Apa sebenarnya atletik itu?”
Pak Tri      :     “Atletik adalah ibu dari segala cabang olah raga.”

Unsur intrinsik


Ø Cerita Pendek


Saat di restaurant.
Ngapain Uni disini? Pantesan aja kayaknya gue kenal rambut panjangnya. Bukannya dia lagi ada acara? Untuk apa sih, dateng-dateng kesini segala. Kalo kayak gini sih, punah semua harapan gue untuk membuat kenangan manis sama Adit hari ini. Aduh, Uni ngelambaiin tangan juga. Rasanya tangan gue makin lemes aja. Sama sekali nggak ada selera buat ngebales lambaiannya. Saking lapernya sampe pengen muntah di muka Uni. Jadi sebel ngliat mukanya. Sok innocent banget sih. Nggak nyadar udah ngerebut calon suami orang. Jadi sewot sendiri. Padahal gue udah ngrencanain pura-pura pingsan karena nggak makan siang di depan Adit. Uni bener-bener perusak suasana.
“Kok sendirian,Tit. Papa dimana?” tanya Adit begitu Tita sampai di mejanya.
“Mereka masih disana.” jawab Tita singkat.
“eh, tadi loe jalan sama Adit, ya?” tanya Uni.
“I…ya.” jawab Tita ragu-ragu.
“Ngapain aja?” tanya Uni lagi.
Aduh, gue mesti jawab apa, nig. Jadi nggak enak ati. Adit kan sengaja ngebatalin janjinya sama Uni supaya bisa pergi sama gue. Jangan-jangan dia mikir yang nggak-nggak tentang gue sama Adit. Gue sih ngarepinnya sesuatu yang nggak-nggak terjadi antara gue sama Adit.
“Eh, Ananda nelpon ke radio, ya? Lo denger nggak?” tanya Uni.
“Hah? Oh, itu….e denger.” jawab tita dengan perasaan tidak enak.
“Sebenarnya, yang diomongin Nanda itu bener nggak sih?” tanya Uni.
Aduh, kok dia nanyanya langsung gitu, sih? Nggak basa-basi dulu, kek. Jangan-jangan dia sakit hati. Gue dibilangnya nggak setia kawan lagi, pembohong, dan segala macam. Tapi salahnya juga, sih. Pacaran nggak bilang-bilang. Kan gue udah keburu suka juga. Tapi gue mesti jawab apa, nih? Nggak mungkin banget kalo gue jawab ‘iya’. Tapi secara nggak langsung itu udah terus terang ke Adit kalo gue duka sama dia. Kalo gue jawab ‘nggak’, kapan gue bisa ngrebut hati dari Uni? Jawab apa ya? 15 menit lagi Adit pulang, nih.
“Kok nggak jawab? Grogi ya? Atau takut?” ejek Adit.
“itu, eee…” Tita mencoba jawaban yang tepat.
“Nggak usah salting gitu dong, Tit..!” kata Adit.
“Siapa yang salting?” kata tita yang menjadi salah tingkah.
“Gitu aja sewot. Kenapa sih? Malu ya ngejawab pertanyaan Uni?” goda Adit.
“Siapa yang malu? Malu kenapa, lagi..!” kata tita kesal.
“Udah, kalo malu, malu aja. Nggak usah ngeles segala deh. Bilang aja loe malu ngaku ke Uni kalo loe suka sama gue. Bilang aja kalo yang di bilang Nanda itu bener semua. Uni nggak akan marah, kok. Ya nggak, Ni?
“GR-an amat sih, jadi orang. Asal loe tau aja, semua yang dibilang Nanda to boong! Denger, kan. Boong, Nanda itu.”





Ø Unsur Intrinsik
› Tema                   : Antara persahabatan dan percintaan
› Alur                     :Alur maju
› Penokohan       :
»  Tita      : Gengsi, keras kepala, suka memendam perasaan.
»  Uni      : Ramah, pengertian, baik hati.
»  Adit     : Gengsi, pengertian, keGR-an.
»  Nanda            : Penyebar gossip.
› Latar                    :
»  Waktu       : Siang
»  Tempat     : Di restaurant
»  Suasana  : Ramai, panas.
› Sudut pandang                                                                   : Sudut Pandang Orang Ketiga
› Amanat               :  Jika menginginkan atau mencita-citakan sesuatu kita harus
                                   berusaha mencapainya, jangan di pendam dan jangan terlalu
                                   memikirkan ego.
Ø Sinopsis
Ketika Tita dan Adit sedang makan di restaurant, ternyata ada Uni yang datang terlebih dahulu. Tita pikir uni sedang ada acara. Tita sangat kesal karena Uni ada disini dan ia manggagalkan rencana Tita untuk pura-pura pingsan di depan Adit.
Mereka bertiga berbincang-bincang. Uni bertanya kepada Tita apakah Tita tadi keluar bersama Adit? Tita sangat bingung untuk menjawab pertanyaan Uni, karena ia takut Uni sakit hati. Tita tidak menjawab pertanyaan itu. Kemudian Uni bertanya lagi kepada Tita apa tadi ia mendengar Ananda menelepon ke radio? Dan itu benar atau tidak? Tita kembali kebingungan menjawab pertanyaan dari Uni.  Tita jengkel, dari tadi Uni menanyakan tentang perasaannya pada Adit. Ia tidak mau berterus terang kalau dia suka sama Adit, karena disitu ada Uni yang statusnya dengan Adit adalah “pacaran”. Tita takut dikira ia tidak setia kawan lagi, pembohong dll. Ia bingung untuk menjawab iya atau tidak.
Karena Tita tidak menjawab pertanyaan itu, Adit mengejek Tita. Tita pun menghalau ejekan Adit karena Tita sangat keras kepala sekali.
Akhirnya Tita membohongi perasaannya sendiri dan ia berkata kalau ia tidak suka dengan Adit.

Ø Kelebihan dan Kekurangan Cerpen Tersebut
› Kelebihan   :
»  Alurnya jelas, sehingga memungkinkan pembaca untuk lebih mendalami cerita tersebut.
»  Ceritanya bagus.
› Kekurangan           :
»  Bahasanya tidak baku.




Nama : Aan Fitri Ries Sutrisno
Kelas  : VIII H                        iiiiii

Makalah Pengertian Puisi


Tugas
Bahasa Indonesia

Puisi





















Disusun oleh:
Aan Fitri Ries Sutrisno
Kelas: VII D/1
NIS. 4982

SMP Negeri 37
Surabaya
2008-2009
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wr.wb.

               Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, saya dapat menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia tentang “Puisi” ini dengan baik.
               Tugas ini disusun agar berguna bagi para pembaca untuk mengetahui tentang seluk beluk Puisi. Tersusunnya tugas ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan beberapa pihak, yaitu:
1.    Orang tua, yang telah menyemangati kami dalam mengerjakan tugas ini.
2.    Bu Resti, sebagai guru Bahasa Indonesia yang telah memberi gambaran tentang pembuatan tugas ini.
3.    Serta teman-teman dan semua pihak yang telah membantu, sehingga kliping ini bisa selesai sesuai harapan.
Akhirnya dengan semua ini kita semua dapat mengetahuidan memahami tentang arti Puisi. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, maka dari itu saya mengharap kritik dan saran dari seluruh pembaca.

Wassalamu’alaikum wr.wb.


Surabaya, Mei 2009



Penulisaaaaa


ii
Daftar Isi

Cover…………………………………………………………………………………...........    i
Kata Pengantar……………………………………………………………………………..    ii
Daftar isi……………………………………………………………………………………..    iii
Puisi………………………………………………………………………..........................       1
› Pengertian Puisi………………………………………………………………………..    1
› Puisi Lama………………………………………………………………………………    1
»   Macam-Macam Puisi Lama……………………………………………………….     1
› Puisi Baru………………………………………………………………………………..   14
»   Macam-Macam Puisi Baru………………………………………………………...    14
Puisi

*      Pengertian Puisi
Puisi adalah karya tulis hasil perenungan seorang penyair atas suatu peristiwa yang diamati, dihayati atau dialaminya. Cetusan ide yang berasal dari peristiwa atau keadaan itu dikemas oleh seorang penyair kedalam bahasa yang padat dan indah. Pembaca atau penikmatnya lalu merasakannya sebagai sebuah karya tulis yang mengandung keindahan dan pesan. Puisi dapat dinikmati melalui membaca atau mendengarkannya.
Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu poites, yang berarti pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair. Dalam perkembangan selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan.
Puisi di Indonesia digolongkan ke dalam dua kategori besar, yaitu puisi lama dan puisi baru.
F Puisi Lama
› Puisi Lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan tertentu.
› Macam-Macam Puisi Lama:
»   Mantra
o Mantra adalah puisi tua yang keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.
o Contoh:
·   Assalamu’alaikum putri satulung besar
Yang beralur berhilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Aku membasuh mukamu
·   Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara
·   Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat katemu itu
Mitu melion kate Allah
To badanda berkata-kata
Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku
Karene telah ade penjaga pintu
Berdurhake kau kepade Allah
Bila hendak membinase rumahku
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
·   Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya
·   Assalamualaikum,
Aku kirim salam kepada jin tanah
Aku tahu asalmu
Kau keluar dari air ketuban
Bukan aku melepas bala mustaka
Sang Kaka Sang kipat
Melepas bala mustaka
»   Gurindam
o Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang merupakan satu kesatuan yang utuh.
o Berasal dari Tamil (India).
o Ciri-ciri:
·         Bersajak a-a; b-b; c-c dst.
·         Isi: Nasihat yang cukup jelas.
·         Terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama.
·         Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian.
·         Kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
o Contoh:
·   Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)

Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )

Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

·   Namaku adalah pilu
Katanya sejajar daun benalu
Sedang mereka sebagai mawarnya
Padahal kamilah yang mewangikannya
Pada masa lalu engakaulah melati
Yang membelai kami saat bermimpi
Dan masa lalu wangi mahkotamu memaku
Kini tinggal dinding-dinding batu memisahkanku
Tatapmu kini kaku dan beku
Laut  yang dahulu tidak setetespun memercikku
Namaku adalah sejuta
Luka-luka jiwa yang kadaluarsa
·   Barang siapa tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilang nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
·   Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
»   Syair
o Berasal dari Arab.
o Ciri-ciri:
·   Setiap bait terdiri dari 4 baris
·   Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
·   Bersajak a – a – a – a
·   Tidak ada sampiran
o Contoh:
·   Pada zaman dahulu kala
Tersebutlah sebuah cerita
Sebuah negeri yang aman sentosa
Dipimpin sang raja nan bijaksana
·   Negeri bernama Pasir Luhur
Tanahnya luas lagi subur
Rakyat teratur hidupnya makmur
Rukun raharja tiada terukur
Raja bernama Darmalaksana
Tampan rupawan elok parasnya
Adil dan jujur penuh wibawa
Gagah perkasa tiada tandingnya
·   Lalulah berjalan Ken Tambuhan
Diiringkan pelipur dengan tadahan
Lemah lembut berjalan perlahan-lahan
Lakunya manis memberi kasihan.
·   Wajah yang manis, pucat, berseri
Laksana bulan kesiangan hari
Berjalan tunduk memikirkan diri
Tiada memandang kanan dan kiri.
»   Pantun
o Pantun adalah Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.
o Ciri-ciri:
·   Setiap bait terdiri 4 baris.
·   Baris 1 dan 2 sebagai sampiran.
·   Baris 3 dan 4 merupakan isi.
·   Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata.
o Contoh:
·   Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)
o Dilihat dari bentuknya
·   Pantun Biasa
Ø  Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.
Ø  Contoh:
ú Kalau ada jarum yang patah,
Jangan dimasukkan ke dalam peti.
Kalau ada kata yang salah,
Jangan dimasukkan ke dalam hati.
·    Pantun Berkait (Seloka)
Ø  Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
Ø  Ciri-ciri:
ú Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
ú Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
Ø  Contoh:
ú Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan
ú Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis berguncang
ú Baik budi emak si Randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera dihutan disusui
·   Talibun
Ø  Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi. Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi
Ø  Contoh:
ú Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
ú Tengah malam sudah terlampau
Dinihari belum lagi nampak
Budak-budak dua kali jaga
Orang muda pulang bertandang
Orang tua berkalih tidur
Embun jantan rintik-rintik
Berbunyi kuang jauh ke tengah
Sering lanting riang di rimba
Melenguh lembu di padang
Sambut menguak kerbau di kandang
Berkokok mendung, Merak mengigal
Fajar sidik menyinsing naik
Kicak-kicau bunyi Murai
Taktibau melambung tinggi
Berkuku balam dihujung bendul
Terdengar puyuh panjang bunyi
Puntung sejengkal tinggal sejari
Itulah alamat hari nak siang
·   Pantun Kilat (Karmina)
Ø  Ciri-ciri:
ú  Setiap bait terdiri dari 2 baris.
ú  Baris pertama merupakan sampiran.
ú  Baris kedua merupakan isi.
ú  Bersajak a–a.
ú  Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
Ø  Contoh:
ú Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
ú Buah mangga buah manggis 
Nggak nyangka gua manis 
ú Empat kali empat sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat harus dibalas
ú Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senanglah hati
ú Pinggan tak retak, nasi tak dingin
Tuan tak hendak, kami tak ingin
o Dilihat dari isinya
·   Pantun Anak-Anak
Ø  Contoh:
ú Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tiada terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
·    Pantun Remaja
Ø  Contoh:
ú Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Satu kubur kelak berdua
ú Hijau daun di ranting kayu
Mayang di tabuh bulir hamburan
Hajat di kirim angin lalu
Sayang di hembus balik haluan
·   Pantun Orang Tua
Ø  Contoh:
ú Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
·   Pantun Jenaka
Ø  Contoh:
ú Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga
·    Pantun Teka-Teki
Ø  Contoh:
ú Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
ú Kelap kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang gaib disangka mati
Kalau mati mana kuburannya?
·   Pantun Nasehat
Ø  Contoh:
ú Kalau suka begadang
Jangan lupa tidur siang
Kalau memang abang sayang
Jangan lupa bilang sayang
F Puisi Baru
› Puisi Baru adalah
› Macam-Macam Puisi Baru:
»   Distikon
o Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
o Contoh :
·   Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
·   Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
»   Terzina
o Terzina adalah sanjak 3 seuntai.
o Contoh :
·   Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana

·   Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari

13
»   Quatrain
o Quatrain adalah sanjak 4 seuntai.
o Contoh :
·   Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
·   Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
»   Quint
o Quint adalah sanjak 5 seuntai.
o Contoh :
·   Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
·   Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
·   Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
»   Sextet
o Sextet adalah sanjak 6 seuntai.
o Contoh :
·   Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
»   Septima
o Septima adalah sanjak 7 seuntai.
o Contoh :
·   Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
»   Stanza (Octav)
o Octav adalah sanjak 8 seuntai.
o Contoh :
·   Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
»   Soneta
o Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance.
o Ciri-ciri:
·   Terdiri atas 14 baris.
·   Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina.
·   Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
·   Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.
·   Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam.
·   Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.
·   Peralihan dari octav ke sextet disebut volta.
·   Penambahan baris pada soneta disebut koda.
·   Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata
·   Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d.
o Contoh :
Perasaan siapa takkan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( c )
Terdengar olehku bunyi serunai ( d )
o Melagukan alam nan molek permai ( c )
Wahai gembala di segara hijau ( d )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( d )
·   Fungsi:
Pada masa lahirnya, Soneta dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati.
Kini tidak terbatas pada curahan hati semata-mata, melainkan perasaan-perasaan yang lebih luas seperti :
·   Pernyataan rindu pada tanah air.
·   Pergerakan kemajuan kebudayaan.
·   Ilham sukma.
·   Perasaan keagamaan.
o Soneta Digemari Para Pujangga Baru
      Faktor-faktor Soneta digemari oleh para Pujangga Baru antara lain :
·   Adanya penyesuaian dengan bentuk pantun ; yakni Octav dalam Soneta yang bersifat obyektif itu hampir sejalan dengan sampiran pada pantun.
Sedangkan sextet Soneta yang sifatnya subyektif itu merupakan isi pantun.
·   Baris-baris Soneta yang berjumlah 14 buah itu cukup untuk menyatakan perasaan atau curahan hati penyairnya.
·   Soneta dapat dipakai untuk menyatakan beraneka ragam perasaan atau curahan hati penyairnya.
o Persamaan Soneta Dengan Pantun
·   Sama-sama mempunyai sampiran atau pengantar dan isi atau kesimpulan.
o Perbedaan Soneta dengan Pantun
·   Soneta puisi asli Italia, Pantun puisi asli Melayu.
·   Satu bait Soneta terdiri terdiri dari 14 baris, satu bait Pantun terdiri atas 4 baris.
·   Soneta berima bebas, pantun berima a-b-a-b.